Thursday, 10 February 2011

Burn out paradise


2.8 GHz Intel Pentium 4 or Higher
 1.0 GB (1.5 GB for Vista) 
 Windows XP SP2/ Windows Vista/ Windows 7 
 DirectX 9.0c Compatible 3D accelerated 128 MB Video card with Pixel Shader 3.0 or equivalent (NVIDIA GeForce 6600+ / ATI Radeon X1300+) 
 
 

Friday, 4 February 2011

Dead apace 2

Developer: Visceral Games
Publisher: Electronic Arts Inc.
Similar Games: Residen evil 5
Genre: Sci-Fi Shooter
Media: 3 DVD


Dead Space memang pendatang baru di industri game. Mengusung genre survival-horror yang saat itu dikuasai beberapa judul game “raksasa” seperti Silent Hill dan Resident Evil, Dead Space sempat mendapatkan predikat underdog, sebuah game yang tidak diperhitungkan sama sekali. Sebagian besar gamer melihatnya sebagai hasil produk yang akan asal lewat saja tanpa sedikitpun mampu menyaingi game-game yang sudah tenar pada saat itu. Hasilnya? Dead Space berhasil membuktikan dirinya di industri game yang kompetitif. Mengusung plot dan setting yang unik dan baru, game buatan Visceral Games ini berhasil membuat banyak gamer merasakan ketakutan yang sesungguhnya. Memainkan game ini di dalam kegelapan kamar yang sunyi akan membuat Anda pipis di celana, tetapi dengan perasaan gembira. No kidding!
Kesuksesan tersebut tentu saja membuat Visceral Games dengan Dead Space-nya menjadi sangat diperhitungkan. Berbekal kesuksesan tersebut, tidak heran kemudian mereka membuat sekuel untuk melanjutkan ketakutan tersebut. Dead Space 2 baru saja dirilis di akhir bulan Januari 2011 kemarin dan untungnya sempat mampir di meja kerja kami. Ada ketakutan dan ketegangan untuk sekedar mulai memainkannya, ada kecemasan untuk tidak dapat berhenti mencobanya, dan ada kegembiraan untuk melihat kembali perjuangan sang Isaac Clarke untuk sekedar mempertahankan hidup. Hasilnya? Tidak ada satupun ekspektasi kami yang dikecewakan. Dead Space 2 adalah simbol ketakutan yang sebenarnya. Mengapa?

 

Plot dan Setting


Pikiran Clarke yang menyeramkan

Dead Space 2 menggunakan settingan waktu 3 tahun setelah ending Dead Space yang pertama. Sang tokoh utama kita yang pemberani (atau bisa dikategorikan nekat) Isaac Clarke akhirnya berhasil lolos dari insiden USG Ishimura yang mengharuskannya melawan ratusan ras alien bernama Necromorphs. Terdampar di luar angkasa bersama shuttle ships dengan ditemani pikiran yang sudah mulai twisted, Clarke mencoba untuk bertahan hidup. Namun apa daya, Clarke akhirnya harus menyerah dan kehilangan kesadarannya.

Sadar setelah tiga tahun tertidur, dan ini yang harus dilihat?

Secara mengejutkan, Clarke terbangun di dalam sebuah tempat penelitian dalam kondisi yang terikat ketat seperti seorang pasien dengan penyakit jiwa. Lebih buruknya lagi, karakter utama kita sepertinya memang diciptakan dengan karakteristik sebagai sebuah magnet masalah yang mumpuni. Belum sempat mengumpulkan kesadaran, Necromorphs sudah membanjiri fasilitas tersebut dan membunuh semua penghuni di dalamnya, membuat  Clarke sekali lagi harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Horor telah dimulai.

Sprawl - Kota Metropolis di Titan - Bulan Terbesar Saturnus

Setting yang mengagumkan

Seiring dengan permainan yang terus berkembang, Clarke akan mulai mempelajari dan mengenali apa yang sebenarnya sedang terjadi. Bertempat di Sprawl, kota Metropolis padat yang terletak di Titan – bulan terbesar dari Planet Saturnus, Clarke mulai mengumpulkan kepingan-kepingan memori dan berusaha memahami apa yang sedang terjadi selama absensi kesadarannya yang ternyata sudah berjalan selama tiga tahun. Tidak hanya Sprawl saja, Clarke juga diharuskan untuk “bernostalgia” dengan menjelajahi USG Ishimura yang sempat menjadi mimpi buruknya. Untungnya kali ini Clarke akan “ditemani” oleh beberapa karakter lain yang juga berusaha untuk menyelamatkan diri dari situasi yang sama. Teman-teman yang tidak akan segan untuk membunuh Clarke.
Beberapa pertanyaan besar mengenai franchise Dead Space secara keseluruhan akan mulai terjawab di seri ini. Jika Anda pernah memainkan seri pertamanya dan cukup bingung dengan plot cerita yang dihadirkan, Dead Space 2 akan memberikan sedikit pencerahan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang membuat Necromorphs menyerang Sprawl? Apakah ini berhubungan The Marker – teknologi alien yang dianggap sebagai Tuhan tersebut? Apakah benar para fanatis dari Unitologisme juga punya andil di dalam kekacauan ini? Dan yang terpenting, bagaimana jika Clarke sebenarnya adalah “arsitek” dari musibah ini? Semuanya akan terjawab seiring dengan progress Anda memainkan Dead Space 2.

 

Apakah Anda Cukup Berani Memainkannya?


Pencahayaan yang mendukung permainan

Details lingkungan yang memesona

Apalah arti sebuah game jika tidak mampu menghadirkan kesan pertama yang cukup membuat kita tertarik untuk memainkannya terus-menerus? Dead Space 2 memiliki semua elemen dasar yang akan membuat Anda betah. Kualitas grafis yang mumpuni, details karakter dan lingkungan yang sangat baik, pencahayaan, soundtrack yang mengiringi setiap langkah Clarke, semuanya dibangun untuk menciptakan rasa takut secara maksimal.

Lari! Lari!

Bagaimana caranya melawan balik?!!

Saya sendiri sudah merasakan suasana hati yang penuh rasa takut dan cemas sejak pertama kali memainkannya. Bagaimana tidak, ketika Anda baru saja mulai sadar apa yang sedang terjadi, Anda sudah harus dihadapkan pada kenyataan bahwa karakter utama Anda, Isaac Clarke harus berlari sekuat yang ia bisa untuk menghindari serangan Necromorphs yang tak kenal ampun. Anda harus melakukannya dengan posisi tangan Clarke yang terikat, tanpa senjata, dan tanpa pertahanan. Sebuah suasana berhasil membangun rasa takut di awal permainan. Belum lagi ketika Anda sudah mulai cukup gembira karena  akhirnya ada karakter yang membuka ikat tangan Anda, tetapi ternyata senjata yang Anda temukan hanyalah sebuah senter. Sebuah senter untuk melawan segerombolan Necromorphs yang ingin mencabik-cabik tubuh Anda?! Brilliant!
Untungnya, seiring dengan perjalanan game ini, Clarke akan mulai menemukan senjata-senjata yang memang didesain untuk mempertahankan hidup (fiuhhhh…thanks God), termasuk sang legendaris Plasma Cutter yang tidak tergantikan. Untuk membunuh sebuah Necromorphs (walaupun kini hadir dengan jenis yang jauh lebih banyak dibandingkan seri sebelumnya), cara yang harus dilakukan masih sama dengan seri sebelumnya. Anda harus melakukan mutilasi terhadap Necromorphs yang akan menyerang Anda dengan menembak putus setiap organ tubuh yang ada. Necromorphs akan mati jika Anda berhasil menghadirkan tingkat kerusakan yang cukup berat, membuat mereka tidak mampu bergerak sama sekali. Menyeramkan, iya. Sulit? Tidak sesulit yang dibayangkan. Yang Anda perlukan hanyalah akurasi presisi dan sedikit keberanian, itu saja.

Yang kecil dan lemah - gerombolan tuyul ini

Oke, jauh lebih besar.. Masih bisa dilawan..

What the!!!!

Necromorphs di seri Dead Space 2 ini juga akan hadir dengan bentuk dan ukuran yang beragam, tentu saja dengan karakteristik masing-masing. Perbedaan karakteristik berarti perbedaan solusi untuk mengalahkan setiap dari mereka. Ada yang hanya bergerak pelan dan lemah, ada yang hadir dengan kecepatan yang mengagumkan, ada yang menyerang dalam bentuk gerombolan, ada yang berbentuk seperti ranjau dan mampu menghasilkan damage yang besar, dan yang mampu menghasilkan peluru projectile. Yang sama dari mereka semua? Mereka semua sama menyebalkannya. Apalagi jika Anda bertemu dengan Necromorphs yang tidak pernah bisa mati di sekitar penghujung game ini. Bahkan berbagai umpatan dan nama binatang yang keluar dari mulut tidak akan membantu Anda lebih mudah membuat Isaac Clarke hidup semenit lebih lama.

Salah satu scene terkeren di Dead Space 2

Ukuran Necromorphs yang masif

Necromorphs yang hadir dalam ukuran masif juga akan lebih sering Anda temui di seri Dead Space 2 ini. Dari yang bisa dikalahkan dengan sedikit keberuntungan dan tenaga senjata yang ada di tangan, hingga yang hanya meninggalkan decak kagum di mulut dan tampak mustahil untuk disakiti sedikit pun. Tetapi patut diakui bahwa Dead Space kali ini mampu menghadirkan efek pertarungan yang jauh lebih dramatis, membuat Anda merasa seakan setiap pertarungan melawan Necromorphs yang besar ini memang pantas untuk diperjuangkan. Adegan paling favorit? Ketika Isaac sampai harus keluar angkasa untuk membunuh sang Necromorphs yang luar biasa besarnya. Sebuah adegan yang akan membuat Anda tertegun.
Sistem permainan yang lain tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Anda masih bisa membeli “kebutuhan sehari-hari” seperti peluru dan health pack yang tersebar di hampir seluruh wilayah yang akan Anda jelajahi. Tentu saja Anda membutuhkan uang yang bisa didapatkan dari Necromorphs dan tempat yang sudah Anda jelajahi. Yang membuatnya berbeda di seri ini? Kali ini Anda harus memunculkan opsi penjualan benda di Store dengan usaha sendiri. Anda harus mengumpulkan schematic yang tersebar di setiap sudut Sprawl untuk memunculkan opsi penjualan benda tersebut. Dan kali ini schematic juga berarti armor dan senjata baru. Anda kelewatan satu saja, tidak tertutup kemungkinan seluruh permainan Anda juga akan terpengaruh olehnya.

Ah! Sebuah bench!

Quality over Quantity
Sistem Bench untuk melakukan upgrade senjata, health, dan udara  juga masih dihadirkan di sini. Anda perlu mengumpulkan power node untuk melakukan upgrade tersebut. Sebagian besar tersebar di sepanjang perjalanan yang akan dilalui oleh Clarke dan untungnya cukup mudah dikenali karena menghasilkan sinar yang cukup khas. Jika Anda merasa power node Anda kurang untuk memaksimalkan kemampuan senjata atau armor dari Clarke, Anda dapat membelinya di store dengan harga yang cukup masuk akal – itupun jika Anda mendapatkan schematic nya. Saran saya adalah selalu ingat bahwa kualitas mengalahkan kuantitas. Lebih baik melakukan upgrade satu senjata hingga maksimal, dibandingkan memiliki varian pilihan senjata yang banyak namun dengan kekuatan dasar. Saya menyelesaikan game ini hanya dengan dua senjata : Plasma Cutter dan Contact Beam!

Mimpi buruk bagi semua survivor

Selalu siaga!

Selama 15 Chapter permainan, Anda akan disuguhkan dengan suasana yang secara konsisten mampu menghadirkan ketakutan dan kecemasan tersendiri. Bahkan bunyi besi yang berdentang atau kaca yang retak tipis cukup untuk membuat adrenalin Anda terpompa dan menghasilkan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Paranoid? Anda mungkin bisa menyebutnya begitu. Saya lebih senang menyebutkannya sebagai tindakan “pencegahan”. Necromorphs juga tidak hadir dengan penuh sopan santun dan memastikan Anda mengetahui keberadaan mereka. Mereka dapat muncul dimana saja, kapan saja, dan dalam situasi apapun. Jika Anda merasa aman di dalam lift yang sempit? Coba pikir lagi.  Yang bisa saya sarankan adalah posisi senjata yang terus siaga dan membidik sesuatu. Kesigapan dan koordinasi gerak mata dan tangan akan sangat membantu Clarke untuk hidup hingga akhir permainan. Sedikit saja lengah, maka kepala Clarke akan melayang di luar angkasa….terpisah dari tubuhnya.

 

Kesimpulan



I Love this Game!

Secara garis besar, Dead Space 2 mampu menghadirkan semua ekspektasi yang diberikan sebagian besar gamer untuknya. Plot yang jauh lebih kompleks, sistem permainan yang tetap sama menariknya, Necromorphs yang semakin beragam, dan tentu saja kemampuannya menghadirkan rasa takut dan cemas yang sama menakutkannya seperti seri pertama. Dead Space 2 tetap mampu membuat Anda pipis di celana dengan penuh rasa gembira. Saya berani mengatakan bahwa Dead Space benar-benar menjelma menjadi sebuah franchise game survival horror terbaik yang pernah saya mainkan. I love it! Dan buat Anda, Dead Space 2 adalah game yang harus Anda mainkan. HARUS!
(sumber : jagat review)

 Minimum Requirement:
Windows XP SP2/Vista/7
Pentium 4 2.8 GHz
1 GB RAM (2 GB for Vista/7)
10 GB hard disk space
256 MB Video Card (ATI Radeon X1600 or NVidia GeForce 6800)